Friday, January 24, 2014

Sembro Malingsia #day1

'THOSE WHO DON'T TRAVEL HAD ONLY ONE PAGE'


Pon Pong Galapong..Tu ti pa naaaa.. MOLO... Luka tu...Ben, pi, na..Bananaaaaa, potatooooee, papple, gelatoooo, pa poy

Demikianlah suara sayu yang terdengar dari suara seorang lelaki berusia baya yang baru saja menginjakkan usianya ke 64 pada tanggal 24 ini, suara yang nampak berselisih dengan suara kendaraan..

Suara tersebut adalah suara dari sang ayah yang semakin menua yang sedang mendoakan kepergian anaknya menuju Myanmar
Ya, Myanmar !!!
Negara yang menjadi tuan rumah ajang olahraga terbesar se-Asia Tenggara yaitu Seagames ke 27, negara yang sedang berkembang dan sudah membuka negaranya ke dunia luar semenjak dua tahun lalu.

Tepat tanggal 11 Januari 2014 gw menginjakkan kaki gw di wajah Al-Sultan Almu'tasimu Billahi Muhibbuddin Tuanku Alhaj Abdul Halim Mu'adzam Shah Ibni Al-Marhum Sultan Badlishah Malaysia bersama rekan gw yang tidak asing di dunia per go-blog-an yaitu Ariev Rahman, penulis buku dari destinAsean, Jakarta Bandung Jogja dan Sempak Khatulistiwa serta buku-buku lainnya yang bergenre Humor Cabul

Perjalanan yang memakan waktu 2 jam ini sangatlah tidak melelahkan, pertama kali gw sampai di daratan negara tetangga ini yang terpikirkan oleh gw adalah :

1. Apa destinasi gw malam ini  ?
2. Apa destinasi gw besok ?
3. Apa nama ibukota dari republik Kongo ?
4. Kenapa Ibu Ani menjadi bulan-bulanan di media Instagram ?
5. Siapakah Penemu Telepon ?

Setelah gw berpikir lama....

LAMAAAAAAAAAA........


DAN SANGAT LAMAAAAAAAAAA........

dan akhirnya !!!!

Gw tetap tidak menemukan jawaban apapun

gw langsung menanyakan kepada petugas Sk*y Bus,  dengan dialog seperti ini :
gw : Mas, klo ke KL Sentral PP brapa duit
Mas : Haduh, dipanggil mas lagi
Indon..Indon...
Ini di malaysia ^%^&(*^*()(
Panggil SEMBRO...SEMBROO !!! &*^$#%^&6%7%%6&%^&$^%#$%&

Ini bukan di indon tau !!!
Gw : ooohhh, panggil SEMBRO yah, maaf saya ga tau
Mas : IYA !!!! Mau Tanya apa ? &(*&%6&%&(^^$*
Gw : Gini sembro, gw mau tanya....
lo ga malu bawa muka kaya begitu kemana-mana ?
Tapi karena gw tersadar bahwa gw ada di negara yang berpopulasi lebih dari 17 Juta penduduk ini, maka niat gw menanyakan hal tersebut gw urungkan
Ya, itulah sambutan hangat yang gw terima dari negara yang notabenenya masih satu rumpun dengan indonesia

Menyedihkan memang, tetapi itulah realita hidup, terkadang kita harus menerima sebuah amarah untuk menyadarkan keberadaan kita saat ini 

Tanpa berpikir panjang, rekan gw langsung menuju ke kaunter Aerobus, yang notabenenya jauh lebih murah di bandingkan Sk*ybus,

Selain lebih murah, aerobus jg menawarkan paket discount 6 ringgit bagi yang langsung membeli paket return, ini adalah tips bagi kalian yang sedang melakukan backpacker
Sesampainya di KL Sentral gw langsung menuju Bukit bintang untuk menuju penginapan gw Sunshine Bedz yang berada di Jl Sultan ISmail Bukit Bintang, dengan harga 30rm untuk 1 bed mixed dorm, kenapa gw memesan mixed ?
Dengan harapan gw bisa melihat tamu wanita asing dari negara lain yang sedang terkulai lemas tanpa daya sedang tertidur, seperti :

Manusia boleh berencana, Farhat Abbas boleh bermimpi menjadi presiden, dan Angel Lelga boleh menjadi Dapil daerah solo dan sekitarnya, meskipun TUHAN jua lah yang menentukan

NASIB berkata lain
tak satu batang wanita pun gw temukan di kamar ini
kamar dengan wifi yang cukup hanya sampai di ruang lobi saja, tak membuat gw cukup nyaman untuk bertahan di kamar ini, gw memutuskan untuk berjalan di sekitar bukit bintang untuk mencari makan Nasi Ayam Hainan di restoran yang direkomendasikan oleh ariev, yaitu Chee Meng dengan harga 9,95 rm/porsi, sepanjang perjalanan gw jg melihat Street Artist yang cukup menghibur
 
 
 
 
setelah gw menyelesaikan wisata keramaaian gw berencana melanjutkan berjalan kaki ke mall Bukit Bintang dan PETRONAS, tanpa melewati Sky Bridge yang memang saat itu sedang ditutup
Sky Bridge *courtessygoogle
YAK, gedung kembar yang memang sudah menjadi ikon Negara Malaysia dan juga sebagai bangunan yang telah memakan korban sebanyak 27 jiwa pada saat pembangunannya #info ini gw dapatkan dari orang malaysia yang berbicara kpd temannya yang secara kebetulan tepat berada di samping gw
Bangunan tertinggi semenjak tahun 98-2004 yang di arsiteki oleh Caesar Pelli dari Argentina ,  ini memang cukup mengesankan, di tambah dengan tema silver yang sangat nampak berkilauan, walaupun akhirnya di kalahkan oleh bangunan Burj Dubai
Kilauan cahaya tersebut tak pelak membuat kami hanya tinggal diam saja memandangi-nya secara horizontal ke atas, kami pun merajah bagunan tersebut dengan kamera plus gaya khas selfie kami masing-masing
 
 
 
Selfie Gay
 
Spot terbaik untuk ambil foto di lampu merah depan public bank
Hari telah menunjukan pukul 00.00 waktu setempat, yang memang lebih cepat dari waktu indonesia Bagian barat, sehingga kami memutuskan untuk berjalan kaki menuju hostel, dan bersiap untuk melanjutkan perjalanan kami mengelilingi malaysia, yang gw sendiri masih belum tahu mau pergi kemana, akan tetapi Tujuan tidaklah Penting, karena yang terpenting dari suatu perjalanan adalah PERJALANAN ITU SENDIRI 

Cheerio... see you in 2nd day report
And Happy Birthday Pap, hope you be more healthy in your old age to see your handful son vary to be an fabulous dad like you soon



6 comments:

arievrahman said...

Menghibur nih koh! Apalagi kalau lu malem minggu gak ada pacar.

Hanggono Okamura Silitonga said...

aaaakkkkkk....
Thanks wir, *semprotbaygon

bocah petualang said...

Belum pernah dari Malaysia

Hanggono Okamura Silitonga said...

berangkat yuks !

Museum Sangiran said...

Jadi kepingin ke Malaysia mas...
Ngeliat Menara Petronas yang gagah itu :)

Hanggono Okamura Silitonga said...

tunggu report hari keduanya om, lebih mencengangkan lagi :D