Showing posts with label extreme. Show all posts
Showing posts with label extreme. Show all posts

Monday, August 10, 2015

Tibet #Day11

HARI INI GUE PULANG KE CHENGDU !

Gue senang dan bahagia banget kaya abis di balas chattingan-nya sama gebetan yang uda gue suka semenjak masih nyembah patung Doraemon.

Itu berarti gue, uda ga akan merasakan sesaknya dikhianati bernapas di ketinggian 3600 mdpl, itu juga berarti gue akan berhenti minum obat AMS, dan itu juga berarti gue bisa tidur dengan nyenyak malam ini.

Gue terbangun pagi-pagi hanya sekedar ingin menyapa Tibet untuk yang terakhir kali, ingin mengetahui ke-arifan Lokal warga sekitar, yang gue lakukan dengan berjalan.

Cukup unik dengan kendaraan yang banyak gue temukan di Tibet, mostly mereka menggunakan kendaraan bermotor dengan tenaga Listrik, disamping itu warga Tibet nampak gemar sekali memulai hari mereka dengan bercanda tawa dan bersosialisasi di Tea House.

 





Tak Banyak kegiatan yang gue lakukan hari ini di Tibet, gue hanya lebih banyak berbicara dalam hati, mulai dari mensyukuri terhadap apa yang sedang gue lihat sampai hari, tetapi juga bersedih karena itu berarti gue harus meninggalkan tempat ini dan kembali menjadi Zombie Metropolis di Ibukota Jakarta.

Setelah lelah perang batin untuk menentukan gue Ganteng atau Tidak, akhirnya gue memilih kembali ke Hostel untuk packing dan menuju ke bandara dan kembali ke Chengdu, kebetulan penerbangan gue pada hari itu adalah pkl 16.25 dan diperkirakan sampai pada pkl 18.20, gue pernah membaca sebuah artikel yang menyatakan bahwa penerbangan sore hari sangat riskan, mengingat kabut yang sudah menutupi landasan.
 


Dan Naas memang, pada hari itu Penerbangan gue di CANCEL !
Gue Panik, keringat gue mulai bercucuran, gue bingung mau ngelakuin apa, duit gue tinggal sedikit, ga cukup untuk menginap di hotel, dan tampang Gue ga terlalu ganteng untuk di jual ke om-om homo di Tibet, gue memohon untuk diberikan penginapan kepada pihak maskapai, yang tentunya gue memilih petugas yang cantik, agar dia iba melihat mata nanar gue yang mulai keluar air mata campur nanah.

Puji Syukur gue diberikan penginapan yang cukup mewah untuk seorang karyawan yang masih mengandalkan Indomie untuk bertahan hidup di akhir bulan.

Sengsara membawa Nikmat
Mungkin itulah pepatah yang cocok disematkan pada peristiwa ini, lo bisa bayangin, sesampainya di Hotel, gue yang mempunyai dompet hanya berisi kwitansi dan Fotocopy tunggakan cicilan motor ini diberi makanan mewah layaknya Raja !

Tak Ayal, piring ke tiga menyudahi makan malam gue pada saat itu, gue puas, larut dalam kekenyangan duniawi.

 
 
Setiap patung pasti ada persembahannya

Setelah makan malam gue pun langsung kembali menuju lobby untuk mendapatkan Akses Wifi, gue coba menghubungi teman-teman wanita gue hanya untuk sekedar menanyakan kabar mereka, walaupun tidak ada satupun yang membalas, tapi gue tetap senang, karena gue jadi tahu kalau mereka BELUM men-delete contact BBM gue.

Sampai ketemu di hari berikutnya yah, tungguin aja postingan gue dengan sabar, layaknya kalian yang dengan sabar menanggapi pacar yang minta putus berkali-kali hanya karena kalian masih naik motor bebek !
PAIT !

 

Tuesday, July 21, 2015

Everest #Day9

Terhitung sudah hampir 1 tahun gue menceritakan tibet trip gue, Agustus 2014 - Juli 2015, 10 thread dan 2 orang sudah menjalani trip ini dengan tour agent yang sama, sebagai Fans Berat Inul gue merasa bahagia.

Hari ini gue masih menceritakan masa kelam gue di tanggal 19 Juni 2014, di saat gue harus bermalam di Chomolangma Sunshine Hotel di Everest Basecamp di ketinggian 5200 mdpl

 
 
 
 

Setelah gue disuguhkan dengan nasi goreng ala everest basecamp yang hambar dengan sayuran, Jepri juga memesan kopi hangat yang dihidangkan dengan air panas dan Kopi sachet tanpa diseduh !

EMEJING !

Gue berasa kaya imigran gelap Srilanka !

Membuat Tsampa
 

Dengan di iringi doa dan nyanyian lagu "jangan Menyerah" karya the nasib gue tetap berusaha menikmati makanan tersebut sambil menonton pemilik hotel menyuapi anaknya dengan tsampa yang nampak sudah tumpah bersamaan dengan liur kemudian dimasukkan kembali ke mulut anak tersebut.
Disini gue merasa sedih, walau gue ga dikhianatin pacar pada saat itu.

Penderitaan masih belum berhenti disitu, gue masih harus mendengar tangisan bayi sepanjang malam, ditambah lagi dengan kambuhnya AMS gue, badan balik kanan langsung mikirin mantan  dada gue jadi sesak, balik kiri keinget gebetan yang uda 3 hari ga balas bbm gue, dada gue makin sesak, gue coba tengkurap, entah kenapa gue jadi keinget dosa, dada gue makin sesak

Gue duduk dan  Puji Tuhan, gue bisa bernapas dengan lega, persis kaya dapat ucapan good morning dari pacar teman !

Gue langsung minum obat AMS + Tolak Angin berharap gue bisa mengatasi AMS ini dengan baik, tapi ibarat putus karena seligkuh ga bakal ada yang namanya bisa berakhir dengan baik - baik.

Dada gue masih Sesak, gue berkali - kali mengeluh - mengaduh - mengucap mantra sambil berharap ada yang terbangun dan memeluk gue dari belakang sambil berkata "semua akan baik-baik saja"

Tak seorangpun terbangun, gue kehabisan ide, gue mulai kehilangan akal sehat, maka terjadilah hal yang tidak di inginkan oleh pria kebanyakan, SELFIE !

 
 

Selfie saja tidak bisa menghabiskan waktu sampai matahari terbit, gue test nyali keluar dari tenda untuk mengetahui dinginnya gunung tertinggi di dunia ini, dan sensasi dinginnya luar biasa, sarung tangan di jemari nampak tidak berguna sama sekali, Jemari ini sulit sekali untuk di gerakkan, baru ini gue merasakan hal yang lebih dingin dari tatapan mantan yang melihat gue jalan dengan pacar baru
gue melihat ke atas dan melihat bintang yang bertaburan membantu bulan menyinari malam kelabu gue.
Pukul 06.00 am gue memberanikan diri untuk keluar dan melihat matahari mulai menyinari puncak everest.


Gue tertegun, sambil berkata "Akh Sudahlah, Gue sudah dapatkan apa yang gue Inginkan" Sambil tersenyum kepada Everest !

Sambil di temani Double Rainbow kami pun kembali pulang menuju Shigatse dengan jalur yang sama.

 
 
 


Adios Everest !
qui audet adipiscitur !

 

Notes :
Buat kalian yang ingin mengirim surat bisa melalui POS TERTINGGI DI DUNIA DI EVEREST BASECAMP 



Thursday, May 21, 2015

Everest #Day8

Banyak orang yang memaknai arti sebuah kesuksesan, mulai dari sukses menyekolahkan adiknya hingga sarjana, sukses membahagiakan orangtua, sukses mendapatkan mobil cicilan, sukses dalam berkarir, sampai kamu yang sukses berhenti stalking-in medsos mantan.

Terasa dekat dengan awan
Dulluuuu BANGET, waktu bulu hidung gue mulai nampak keluar untuk pertama kalinya, pada awal tahun 2012, gue pernah terinspirasi untuk menyambangi yang namanya everest, karena usia gue yang baru menginjak 17 tahun waktu itu #TapiBoong
sehingga tanpa berpikir panjang, layaknya gadis belia di beri janji manis, yang langsung melakukan tanpa berpikir, iyak ! gue beli langsung membeli tiket cgk-chengdu PP tanpa memikirkan durasi dan waktu yang tepat.

Manusia hanya bisa berencana tapi TUHAN juga yang menentukan
gue ga bisa pergi pada saat itu !

Hati gue hancur, layaknya kamu yang nganggep dia jodoh dan dia nganggep kamu bodoh, ujung-ujungnya cuma berhenti di pelaminan, dia sebagai pengantinnya dan kamu sebagai tamu undangan, walaupun kamu liat wajah dan leher pendampingnya kaya donat gula, atasnya putih bawahnya item.



Bukan orang batak namanya kalau gampang menyerah, bukan eki namanya kalau cuma bermimpi dan berdoa aja setiap malam, gue mencoba peruntungan lagi dengan membooking di tahun 2014, tepat di bulan Juni, tanggal 19, gue berhasil memijakkan langkah gue di GUNUNG TERTINGGI DI DUNIA !

Perjalanan gue di awali dari Shigatse pada pkl 07.00, tidak banyak destinasi yang dikunjungi hari ini mengingat tujuan utama dari trip hari ini adalah EVEREST, sepanjang perjalanan gue hanya berhenti di 3 check point saja, perbedaan dengan check point sebelumnya adalah, kita semua di haruskan untuk turun, dan memberikan secara langsung passport dan visa kita, setelah sebelumnya tour agent kami telah memberikan alien Berau Permit kepada penjaga, dan check point kali ini haruslah tepat setiap waktunya, tidak boleh telat ataupun terlalu cepat, antara check point - 1, ke - 2 dan ke - 3


Perjalanan berliku dan menanjak serta lantunan Higher dari creed menemani perjalanan gue, diselingi dengan rasa penasaran sekaligus rasa takut.

When dreaming I'm guided to another world
Time and time again
At sunrise I fight to stay asleep
'Cause I don't want to leave the comfort of this place
'Cause there's a hunger, a longing to escape
From the life I live when I'm awake
So let's go there
Let's make our escape
Come on, let's go there
Let's ask can we stay?

Can you take me Higher?
To a place where blind men see
Can you take me Higher?
To a place with golden streets


Dan sampailah gue di perhentian pertama yaitu titik tertinggi pada trip ini yaitu pada ketinggian 5.428 Mdpl, tempat ini ditandai dengan praying flag yang menutupi hampir sebagian dataran tinggi di tempat itu


Everest sudah terlihat pada saat waktu sudah menunjukkan pkl 18.20 dan di tandai dengan perjalanan berbatu yang harus di lewati, berselang 30 menit kemudian sampailah kami di Everest Base Camp ke - 1, tempat dimana kami bermalam, dan ternyata ini bukanlah tujuan akhir dari perjalanan ini, kami harus berganti bus di saat waktu sudah menunjukkan pkl 19.00 dan matahari masih nampak kokoh mempertahankan cahayanya, perjalanan berselang 10 menit, sampailah kami di tugu Gunung Everest Basecamp ke - 2, tidaklah mudah untuk berdiri di titik ini, selain kadar oksigen yang hanya sepertiga dari dari kebutuhan napas manusia, 20-30 permenit,  anginnya yang kencang dan rasa takut semakin membuat gue sulit untuk bernapas, gue tetap berusaha untuk tetap tenang dan terus berjalan lagi ke dataran yang lebih tinggi, gue terkejut disaat gue tahu bahwa Jepri tidak lagi berdiri di belakang gue, dan ternyata dia sedang bersembunyi di balik praying flag sambil meminum obat AMS untuk yang ke dua kalinya di hari itu, tidak lebih dari 2 menit gue berusaha untuk tetap tersenyum dan bergaya untuk di foto , walaupun ternyata hasilnya tidak sebagus yang gue inginkan



Kembali memaknai arti Sukses bagi gue, yaitu hidup untuk mencapai apa yang kita inginkan, serta mendapatkan apa yang tidak dapat dibeli dengan uang, yang tentunya tidak bisa di ukur dan hanya bisa dirasakan oleh diri sendiri.

Seseorang bisa dikatakan sukses dalam hidupnya ini bila dia bisa bangun di pagi hari dan tidur di malam hari dan di antara kedua waktu itu dia bisa melakukan hal yang dia ingikan dan sukai.
~  Bob Dylan  ~



Wednesday, February 18, 2015

Tibet - Everest #Day 7

Hi Selamat Malam semuanya, uda lama banget yah gue ga ngelanjutin ceritanya, kalian pasti uda lama juga nunggu tulisan gue yah ? Iya-in aja yah please !



Anyway, masih suka pergi nonton bioskop sendiri ga ? atau jangan-jangan uda ada yang nemenin neh ?

cieeee...yang uda mulai terbiasa ditemenin nonton sama papa mamanya

Oh iya ini gue mau ngelanjutin hari ke - 7 gue menuju Everest, kalau sebelumnya gue bercerita mengenai kemegahan Potala Palace, Hidung gue yang mimisan karena ketinggian extreme, sampai kesabaran gue menunggu si gebetan membalas bbm gue di hari ketiga.

Kali ini gue akan menceritakan lo sebuah keindahan dunia yang Tuhan ciptakan bernama Yamdrok Lake, supaya kamu juga tahu bahwa keindahan ciptaan Tuhan itu bukan cuma kamu aja

#EAAKKKK !!!!


Hari ini gue cek out dari hostel untuk menuju Shigatse, kota perhentian terakhir sebelum Everest Basecamp, pkl 7.30 gue sudah harus bersiap di meeting point, Saran gue adalah pastikan kalian duduk di bangku terdepan di samping pak supir, karena kalian akan di anugerahi dengan pemandangan gunung diselimuti awan putih yang semakin membuat hari kalian berwarna sama seperti pada saat kalian menerima balasan sms dari dia.

Jam 10.00 gue sudah sampai di lereng pegunungan, dan sejauh mata memandang, gue melihat seorang kakek tua yang nampak sedang mengelus binatang dengan bulu yang sangat tebal, sebesar domba tapi bentuknya seperti anjing, setelah gue berusaha mendekat, dan gue pun berbahagia karena akhirnya gue berhasil menemukan Tibetan Mastiff, Ras anjing Tibetan yang diplot sebagai Anjing TERMAHAL DI DUNIA, dengan harga mencapai Rp.20.000.000.000,- Anjing yang dujuluki Door Guard karena perannya sebagai penjaga kuil pada zaman terdahulu di yakini sudah termasuk spesies langka, karena jumlahnya terus berkurang, sama kaya Cewe Cantik, yang baik dan masih Single, Semakin sulit di temukan semenjak eranya Panji Manusia Millenium..Ngehe memang

Kalau kencing aja bayar, apalagi foto sama spesies langka ini, lo diminta untuk merogoh kocek sebesar 20 Yuan,
Disini gue juga menyempatkan berfoto dengan kambing yang juga memiliki bulu yang lebat, dan gue beranalogi bahwasanya hewan disini secara natural mempunyai bulu yang lebat untuk melindungi diri mereka dari dinginnya tatapan mantan kamu saat ngeliat kamu jalan dengan pacar yang baru, eh ga deng, dinginnya pegunungan Himalaya maksudnya.


Waktu yang singkat membuat gue ga punya waktu untuk mengenal lebih dalam si mastiff, karena setelah ini gue akan di hadirkan sebuah Danau yang suci bagi bangsa Tibetan, yang dikenal dengan nama Yamdrok Lake, dari puncak Kamba-la Pass di ketinggian 4700 mdpl


gue pun terdiam sejenak, sama seperti ketika gue ditanya sudah punya apa oleh orangtua si pacar, gue terperangah melihat perpaduan warna torquise di danau itu, mata gue perih campur sedih, persis kaya waktu gue liat foto cewe narsis di medsos yang coba ngasih tunjuk badan tambunnya dengan bikini two pieces..PERIH pake BANGET


30 menit dari Kamba-la Pass gue sudah sampai di tepi danau, dan mencoba merasakan dinginnya air tersebut, sambil berpikir untuk mencicipnya, tapi benak gue seolah menolak untuk mencobanya, dengan pendekatan yang persuasif gue meminta Jepri untuk mencoba rasa airnya, dan dia bilang bahwa rasanya Hambar !
Kaya ngeliat Mantan yang uda bawa dua anak..Hambar plus mati Rasa

Saran gue, lebih baik kalian menahan iman untuk tidak berfoto dengan Tibetan Mastiff di spot-spot gue sebelumnya, karena lebih baik untuk berfoto dengan Mastiff ketika kita sudah sampai di tepi danau, oleh karena beragamnya Tibetan Mastiff untuk berfoto bersama di spot ini, begitu juga dengan Yak, juga ada di tepi danau ini, dan juga bisa di naiki, seperti biasa harga bisa di tawar, sama seperti masa tahanan koruptor di negara ini. BISA DITAWAR


Tidak lupa gue juga meminum obat AMS di titik ini, untuk menghindari penyakit AMS, dikarenakan singkatnya masa aklimitasi gue dari 3600 mdpl langsung menuju 4700 mdpl kurang dari sehari

Dalam perjalanan gue melewati Nyang River, nampak tidak ada yang spesial dalam sungai ini, tapi ternyata sungai ini dipercayakan sebagai tempat Water Burial oleh bangsa Tibet, tempat ini adalah pemakaman bagi jenazah golongan rendah seperti pengemis dll, hal yang sama juga diberlakukan seperti Sky Burial, yaitu mayat dipotong dan di iris kecil-kecil, kemudian di buang ke sungai tanpa di taburi bawang goreng atau di oles mentega terlebih dahulu, memang terlihat sangat sadis, tetapi selain agama, budaya juga merupakan hal yang harus kita hormati,

Nampak ada beberapa gambar anak tangga di tebing-tebing pinggir sungai, hal ini dipercaya sebagai simbol bahwasanya itu adalah tangga bagi para arwah untuk menaiki anak tangga menuju Surga.
MENARIK !





Di saat siang hari kami pun berhenti di sebuah restaurant di kota Nanggatsyi, yang nampak sudah di plot oleh tour agent untuk makan di restaurant tersebut, sekedar Saran, lebih baik jujur terhadap diri sendiri, apabila restaurant itu dirasa cukup mahal, kalian bisa langsung keluar untuk mencari restaurant lain yang harganya cocok dengan dompet kalian yang sudah setipis stocking Beyonce.
Perjalanan di lanjutkan menuju kota Shigatse, tapi sebelumnya kami diberhentikan di Glacier abadi yang terkenal di pegunungan Himalaya


Sesampainya di Shigatse, kamipun langsung menuju Tashilunpo Monastery yang ditemukan oleh dalai lama I pada tahun 1447


Tempat ini juga merupakan tempat Panchem Lama Berada, siapa itu Panchen lama ?

Beliau adalah petinggi agama di Tibet setelah Dalai Lama, Konon kabar burung, bahwa Panchen Lama yang Asli telah DIBUNUH oleh pemerintahan Cina, yang kemudian di gantikan oleh Panchen Lama pilihan Pemerintah Cina, beruntunglah Dalai Lama bisa kabur ke India, sehingga beliau masih di anggap sebagai petinggi asli Bangsa Tibet

Usai dari sini pada pukul Tepat pukul 19.00 kami tiba di hotel dan langsung Cek In, sedangkan gue dan si polska di suruh menunggu, Tak berselang beberapa menit kemudian kamipun di minta masuk lewat pintu samping hotel, dan TARA!


Hotel yang disediakan bagi kami kaum setengah mampu adalah hotel dengan bangunan lama, dan menggunakan kamar mandi umum, ditemani dengan para supir ataupun para cendekiawan yang ingin menghabiskan waktu dengan para wanita penghibur, Yak ! Hotel lama ini nampaknya digunakan untuk Hotel Esek-Esek, tapi apa daya, hal ini juga merupakan pengalaman tersendiri untuk Backpacker Manis Berduit Minimalis seperti gue


Anyway,

Besok Gue sudah sampai di Everest Loh !
tunggu kelanjutan ceritanya yah, semoga kalian bersabar yah, se-sabar ngelap ingus pacar kalian yang meler setiap nonton Drama Korea

Chiaoo Bellaaaaaaa