Sunday, October 5, 2014

Chengdu - Tibet - Everest #Day2

TULANG OKAAAAA...!!!


WAKE UP....TULANG !!!

WAKE...!!!
UP ..!!!!

Cuap mereka yang terdengar sangat penging di samping telinga.
Gue yang saat itu masih ngegeletak di kasur mulai membuka mata, dan melihat kedua makhluk ini
Wake up Tulang

Perkenalkan mereka, Dameria Siahaan dan Jacob Siahaan, putri dan putra dari kakak perempuan gue satu-satunya.
Agenda gue selain meng-explore Chengdu yang terkenal dengan Panda Zoonya, ada misi mulia yaitu melihat performance akhir tahun mereka di sekolah.
Pagi sampai siang gue akan habiskan di Leman International School, bangunan yang berasitektur inggris ini membuat gue cukup takjub dengan segala fasilitas yang ada tetapi dengan jumlah murid yang di batasi hanya 20 murid saja setiap kelasnya, selain fasilitas wifi yang bisa dipakai secara bebas, guru-guru gemesh disini, bikin gue betah
gue mulai mengkhayal, puluhan anak orang lain aja dia bisa urus, apalagi anak kandung kita !
 
Pkl 09.00 Pertunjukkan pun di mulai, setiap kelas mulai menunjukkan performance masing-masing mulai dari menari, memainkan alat musik, bernyanyi, sampai memberikan pidato.

 
 
 
 
 
Guru Gemesh
Tak terasa waktu sudah menunjukkan pkl 12.00 dan acara pun di akhiri dengan pemberian kalpataru ke masing-masing perwakilan kelas oleh Habib Riziq
Usai dari sini gue dibawa menuju Mall TERBESAR di dunia yang bernama New Century Global Centre bangunan yang setara dengan 20 Sydney Opera House ataupun 3 Gedung Pentagon..MASSIVE !!
Disini lo bisa menemukan berbagai macam outlet ternama seperti Dagadu, Eiger, atau Ouval Research
Water park dan museum juga ada disini.

Gayung bersambut, pada saat kakak gue menanyakan mau makan dimana, kami para Tuna-Asmara ini pun terdiam, karena masih terkesima dengan interiornya.
Tak berselang lama kakak gue masuk ke sebuah restaurant yang bernama Southern

'Mau Makan apa ?' Ujar kakak gue

'.........' Kami menjawab dengan berdiam

'Ii' Ucap kakak gue memanggil pelayan, yang kemudian datang menghampiri

'阿美 :先生,请问您贵姓'

'李 医生 :我姓李,你叫什么名字?'

'阿美 :我叫阿美, 您是老师吗?'

李 医生 :我不是老师, 我是医生'。

Terjadilah percakapan seperti di atas dan gue mulai nampak berjaga-jaga apabila terjadi perkelahian di antara mereka, karena nampak dari intonasi nada mereka yang sangat kencang, 5 menit berselang, pelayan pun tersenyum dan meninggalkan meja kami.

Usut punya cerita, kusut punya berita, bahwa orang Cina Mainland memang selalu berbicara dengan nada yang keras, waktu berselang kami pun di hidangkan dengan menu yang tidak bisa kami habiskan bertiga, mubazir memang, tapi lebih baik tidak memaksakan untuk di habiskan daripada gue harus bermasalah dengan perut di kereta menuju Tibet malam ini, 'Don't Rich People Difficult-lah' (red- Jangan kaya orang Susah) ucap saya kepada Jepri


Usai makan gue pun menyisir tempat ini setiap lantainya sambil berharap menemukan tulang rusak gue yang hilang selama ini
 
 
 
 
Kalau Kancut di pakai paksa aja bisa sobek, begitu juga dengan jodoh, ga ada yang bisa memaksakan jodoh, ntar sobek juga. sayang !
begitu luasnya bangunan ini, tapi gue sama sekali ga menemukan tulang rusuk gue, mungkin TUHAN belum ngasih ijin gue, mungkin dia mau gue keliling dunia dulu. Mungkin !

Matahari sudah nampak malu menunjukkan cahayanya, dan gue segera bergegas menuju Chengdu Railway Station sambil di antar oleh supir kakak gue, dan sampailah kami di langkah awal petualangan kami tanpa bantuan siapapun.
tiket yang sudah di bantu dibelikan oleh abang ipar gue melalui Travel agent, seharga 1100 Rmb sudah dalam genggaman, walaupun harga yang tertera di tiket hanyalah 709, untuk kelas hard sleeper, dan memang ini adalah hal yang lumrah, sulitnya akses menuju Tibet menjadi keuntungan tersendiri bagi para calo untuk mengambil keuntungan dari penjualan tiket, dan ini berlaku untuk semua tiket kereta menuju Tibet, tanpa terkecuali, hal ini juga di dukung dengan sulitnya membeli tiket kereta ini secara online.

Bekal dari kakak Tercinta

Pkl 20.45 kereta pun berjalan, meninggalkan Chengdu, Perjalanan  selama 40 jam untuk menuju tibet pun di mulai.

Sekedar tips, lebih baik kalian BAB sebelum memasuki kereta, dan membeli snack, kopi dan indomie untuk sepanjang perjalanan, jangan khawatir dengan air minum, karena kereta tersebut sudah di fasilitasi dengan penyediaan air panas.

Berita lainnya adalah Natgeo menobatkan kereta Cina - Tibet sebagai Extreme Railway yang mulai di bangun dari tahun 1950-2005 (55 tahun) dan banyak memakan korban pada saat pembanguannnya serta di plot sebagai jalur kereta TERTINGGI di dunia.

Karena Rel dibangun di areal permafrost (tanah yang membeku) maka mereka membangunnya di atas batu (bukan kerikil) untuk memberikan aliran udara dingin dan tidak merubah kontur rel pada saat musim panas.

Tabung oksigen juga diberikan kepada setiap penumpang atau dilepaskan ke dalam gerbong sehingga keadaan gerbong harus dalam keadaan kedap

jalur ini juga dipercaya tidak akan eksis selamanya akibat Global Warming yang dapat merusak struktur pondasi rel.

 
 
 
 
Tempat Oxygen Keluar

Gimana, uda mulai ngerasain Thrill-nya ?

Bersambung dulu kalau gitu ...
Lanjut di postingan berikutnya yah





Thursday, October 2, 2014

Menuju Kuala Lumpur - Chengdu - Tibet - Everest

Selamat pagi buat kamu yang sering ngebahagiain orang lain walau akhirnya cuma sampe Friendzone aja

Gue mau cerita tentang perjalanan gue mewujudkan impian !

Hari itu tepat 12 Juni 2014, merupakan awal dari hari bersejarah gue, langkah pertama gue menuju Everest, atau yang dikenal sebagai Atap Dunia, dimulai dari Bandara Soekarno Hatta untuk menuju Kuala Lumpur

siang hari sebelum matahari bersinar tepat di atas kepala, gue sudah menemui rekan seperjuangan gue Jepri Sitepu yang nampak sedang santai menikmati sebatang rokok.

Kebahagiaan Awal
Perjalanan memakan waktu 2 Jam untuk mencapai Bandara KLIA2, bandara yang baru saja diresmikan pada tanggal 2 Mei 2014, Memiliki ciri khas oval dan aerodinamis ini di buat sangat apik dengan luas 257.000 m2, apabila kita masih mengandalkan Soekarno Hatta dan tidak bisa Move on dari Bandara Halim, maka Ibukota dari tetangga kita ini pun dengan bangganya mempersembahkan Bandara ke Tiganya !

 

Singkatnya masa transit kami mengurungkan niat gue untuk meng-explore Malaysia walaupun Jepri nampak terkesan dan ingin meng-explore Malaysia, karena bagi dia ini adalah perjalanan pertama kalinya bertualang ke luar negeri, walaupun tiap bulannya dia hampir melalap habis daerah Ciamis (Ciamik Abis) dari Sabang - Merauke, tak banyak cerita disini selain kami melakukan beberapa selfie dan menyantap makan siang kami di McDonalds di dalam

Perjalanan 5 jam berikutnya kami tempuh menuju Chengdu, yang merupakan kota terdekat dari Everest yang bisa di capai dengan direct flight selain Kathmandu


Apabila Kathmandu ada di sisi Barat maka gue memulai perjalanan dari sisi Timur, yaitu dari Lhasa atau yang lebih dikenal dengan Tibet, Jika menuju Everest Basecamp dari Lhasa gue bisa menggunakan kendaraan dan travel, tidak berlaku apabila lo melalui Kathmandu, karena Kathmandu khusus berlaku untuk jalur trekking, ini semua pilihan, sama kaya lo memilih untuk tetap bertahan sama dia yang uda nyelingkuhin lo sm sahabat lo sendiri, atau memilih untuk putus dan mulai PDKT sama gebetan yang uda lo suka semenjak masih jadi embrio.Bebas !

Gue lebih memilih Chengdu karena beberapa hal :
  1.  Gue bukan anak trekking, kutil di telapak kaki memaksa gue untuk tidak pernah jalan jauh.
  2. Tiket yang gue dapat lebih murah ke chengdu cuman 700 rebu ! Buat beli salak pondoh juga uda abis.
  3. Kakak Gue ada ci chengdu, gue bisa numpang makan, tidur dan mandi GRATIS !
  4. Chengdu adalah salah satu kota dari Cina, jadi gue nampak saru disini. #YaKaleee
Apabila di chengdu lo akan ketemu infrastruktur seperti
Courtessy Google
Maka berbanding terbalik dengan Kathmandu
Courtessy Wiwentj Kaskus

Satu hal perbedaan lainnya adalah di saat lo memilih Kathmandu sebagai Start Awal lo akan memulai dari ketinggian 1.400 Mdpl. sedangkan 3.600 Mdpl apabila lo memulai dari Tibet, yang notabene mempunyai Thrill yang berbeda dan mendebarkan untuk start awal, sampai akhirnya lo akan berada di ketinggian 5.200 Mdpl, yaitu di Everest Basecamp, Ingat yah tujuan kita adalah Everest Basecamp, bukan Puncak Everest, karena 'manusia biasa' yang menyatakan telah mendaki everest adalah hanya sampai Everest Basecamp, Untuk mencapai Puncak Everest, selain harus memiliki izin dari pemerintah setempat, mempertaruhkan Nyawa dan lo juga harus siap dengan kocek sebesar $10.000 - $25.000 atau setara dengan total cicilan rumah lo yang baru berakhir 15 tahun kemudian.
Gerimis Gemesh di malam hari menyambut gue di kota Chengdu, jarak yang dekat dan alasan keamanan karena membawa uang yang cukup banyak, gue lebih memilih untuk menggunakan taksi menuju rumah kakak gue, Puji Tuhan Kakak gue masih terbangun dan menyambut kami dengan beberapa botol bir dan daging Yak yang sudah dikeringkan.
 
Dengan lahap kami menghabiskan makan malam di akhiri dengan tegukan terakhir dari kaleng bir, gue pun bergumam 'Mari wujudkan mimpi gue mulai dari hari ini !'

                                                                   ~~~~~~TO BE CONTNUED~~~~~~

Tanggung yah ceritanya ? Kurang rame ? kalau mau rame liat penampilan perkusi gue di istora senayan aja

 

Sabar yah nunggu cerita selanjutnya, karena menurut gue percuma Ganteng kalau nggak bikin penasaran 







Monday, September 22, 2014

Pengalaman dengan Bus Willer di Jepang

Willer Office at Umeda Sky Building


Hoshhh...Hosshhh...

Ayo dikit lagi...!!

Waktu sudah menunjukkan pkl 22.50, gue terus berlari mencari kantor Willer untuk keberangkatan pkl 23.00 pm, dan akhirnya gue menemukan gedung Umeda Sky Building, masuk ke dalam kantor Willer Bus pada pkl 22.58 pm, dengan napas tergopoh-gopoh gue menghampiri wanita paruh baya

Dan berkata "bu, saya Hanggono Okamura, yang sudah memesan tiket Willer Bus Standard Osaka-Tokyo"

"Bu, tolong tunggu teman saya !"

Si Ibu pun dengan lemah lembut berkata "memangnya teman kamu ada dimana ?"

"Dia sedang menuju kesini dari Kansai Airport, mungkin sebentar lagi sampai" ucap gue seraya mengelap keringat

"Pukul berapa dia sampai ?" si ibu pun menimpal perkataan gue

"Beri waktu sebentar sajaaaaa, saya tidak pasti kapan dia sampai, tapi please tunggu sebentar lagi !"

Dalam waktu yang bersamaan, teman saya Hanna dan Sumarwati pun sampai, dengan sigap gue berkata "ok bu, ayo kita berangkat !"

dengan wajah tanpa ekspresi si ibu pun menjawab "Maaf mas, tetapi bus kami sudah berangkat !"

Deg !
Saya terdiam sambil melihat Hanna
Hanna pun terdiam dan melihat ke arah Sumarwati
Sumarwati juga terdiam dan melihat ke si Ibu
Dan si ibu Terdiam dan melihat ada bayangan masa lalu, kemudian sambil melambaikan bendera ke arah kamera

Saya pun langsung melihat ke arah jam dinding, melihat waktu baru saja menunjukkan 23.02

APA !!!!
Hanya 2 Menit !!!!
#KZL

Dengan segala kemampuan saya mengintimidasi pihak willer, bagaimana mungkin, gue sudah sampai pkl 22.58 dan mereka meninggalkan gue, padahal keberangkatan gue pkl 23.00, nampak 2 orang mencoba menjawab semua pertanyaan dan komplain gue, pada akhirnya mereka menyerah, dan memberikan opsi untuk 2 orang perempuan dan 1 orang lelaki untuk keberangkatan pkl 23.25

WTF ()*_#&%*()&^$%

gue kan berempat !
yang satu lagi mau di kemanain ?

gue pun, berdiskusi dengan rombongan.
Dan akhirnya menanyakan kembali ke meja resepsionis, apakah bisa, kalau satu orangnya berdiri ?

Dengan berat hati mereka bilang, mohon maaf, kami tidak memperbolehkan penumpang untuk berdiri sepanjang perjalanan, kalau sambil kayang, Baru Boleh !

Gue pun kembali berdiskusi, sampai beberapa menit kemudian gue kembali ke meja resepsionis, dan mereka menawarkan 3 kursi untuk perempuan available pd pkl 23.25, dan satu orang pria available untuk keberangkatan pkl 24.05, dengan harga 7.000 Yen untuk masing-masing seat perempuan, dan 8.700 Yen untuk satu orang pria.

APA !!!

Tidakkk !!!


Tadi diberikan penggantian untuk 3 orang, dan sekarang di Calo-in dengan harga yang luar biasa mahal !
Gue pun semakin kehilangan akal sehat, sampai Hanna pun memberikan ide, lebih baik, kita coba booking online lagi aja untuk keberangkatan besok, daripada kita harus maksain berangkat sekarang dan keluar uang lagi 3,5 juta.

Akhirnya gue berbesar hati dan merelakan Tiket bus Willer, Tiket Museum Fujiko F Fujio dan uang Hostel yang sudah gue booking untuk di tokyo, hangus oleh karena 2 Menit !!

Ditambah lagi kejadian ini di akhiri sampai pkl 12 malam lebih, sehingga dipastikan bahwa MRT sudah tidak beroperasi lagi, sehingga kami pun harus merelakan untuk melakukan Urban Camping sampai matahari terbit !
Urban Camping
Welcome to Japan !
Ucap saya dalam hati

Fyi, Jepang sangat disiplin dengan waktu, cerita ini di buat se-detail mungkin, untuk memberikan awareness buat lo yang mau berlibur kesini, dan perlu di ketahui bahwa Bus Willer berangkat dari Umeda Sky Building yang sangat jauh dari Umeda Station, jadi pastikan minimal 2 jam sebelum waktu keberangkatan, kalian sudah bergegas menuju kesana

Sunday, September 14, 2014

Live from Japan

Gaes, gue hari ini ketinggalan bus willer dari osaka - tokyo, dan sepertinya ada damaged cost sebesar satu jutaan, nanti gue lanjutin lagi
ちぇエリオ
osakaー15/09/2014

Sunday, August 31, 2014

Scam di Cina



December 2010 in Beijing


"Es Sus Mi"

Ucap gue ke wanita baya yang berdiri sendirian dengan mata nanar, dan nampak sibuk mengorek kutil yang ada di siku tangan kirinya

"Yes Ser !"
Wanita itu nampak tersenyum tulus begitu melihat wajah gue

"Mau tanya dong"

"Iya, mau tanya apa ?" balas wanita yang pipinya mulai merah merona karena malu, dan sambil mengorek kutilnya lebih keras, hingga darahnya muncrat ke dagunya sendiri

"Kalau angkutan ke Beijing Railway Station yang nomor berapa yah ?" ucap gue

Dia pun terdiam dan nampak berpikir
Selang Tiga Jam Dua Puluh Tiga menit kemudian

dia pun menjawab "oh Gampang, dari sini naik P44 sekali doang, paling 15 menit juga sampai"


Dengan berucap Terimakasih gue pun pergi untuk mencari P44, tapi tanpa hitungan detik, wanita itu mengikuti gue, dan bertanya apakah gue terburu-buru atau tidak, sambil mengenalkan dirinya yang sedang berkuliah di sebuah universitas XXX dia bilang mau belajar conversation english dengan gue di Tea House, Gue yang merasa Jumawa pun langsung meng-iyakan ajakan dia #Mureh


Tiba di sebuah tea House kami masuk se salah satu Tea Room, dan si gadis cina (Sebut saja Mawar -red) ini pun memesan sebuah teh untuk memulai pembicaraan kami, satu teapot datang, dan kami langsung meminumnya, pembicaraan kami mulai serius, terlihat dari dahi gue yang mulai mengernyit seperti saat gue berpikir di atas jamban sambil menahan napas, teapot kedua pun datang, kali ini dengan sajian yang berbeda, karena nampak bunga teh mekar ketika air panas di masukkan di dalam teapot tersebut, gue pun terkagum sambil handstand di kepala waitress yang menyajikan teh

Beberapa teh telah dipesan oleh mawar, mulai dari yang berwarna warni seperti potongan gel, sampai teh hijau yang terkenal sehat, habis gue seruput.

Di Penghujung acara #SedapBahasanya
Mawar memesan two glass of red wine, yang rasanya berbeda dengan yang biasa gue minum dengan label AO, gue pun puas dengan minuman yang sudah dipesan Mawar, walaupun gue sempat bertanya kenapa dia memesan terlalu banyak minuman, yang memang di abaikan oleh Mawar.

Mawarpun meminta bill kepada waitress, dan setelah bill diberikan, Mawar meminta gue membayar tagihan tersebut dengan nilai tidak kurang dari Tiga juta Rupiah !
Gue yang waktu itu masih menyembah berhala patung doraemon pun nampak pucat dan ketakutan, dan menjawab bahwa gue ga punya uang sebanyak itu pada saat ini, kalau 12 tahun ke depan mungkin gue ada, Mawar yang nampak tidak sabar menunggu sampai 12 tahun pun nampak agresif dan mulai merogoh dompet yang gue buka, dan melihat semua isi dompet gue, yang nampak hanya di isi dengan tiket kereta dan satu tangkai bunga edelweiss yang gue beli second di www.hkos.biz
#Edelweiss aja Beli Second

Gue pun tersontak kaget dan mulai berpikir jernih, lalu berteriak Kak Seto.... Kak Seto...... Akohhh anak kecil yang lugu ini mau ditipuuuuuuuu....
Setelah lelah membongkar Dompet, Tas dan Hati yang rapuh ini, akhirnya mawar menyerah, ketika hanya menemukan recehan RMB maka Mawar menanyakan berapa nominal dari uang 50 ribuan rupiah yang hanya ada 3 lembar di dompet gue, dan menanyakan juga berapa nominal dari 3 lembar 10 ringgit malaysia apabila di konversikan menjadi mata uang yuan
Mawar dan waitress tersebut pun nampak marah begitu mengetahui gue tidak memiliki apapun kecuali Potensi


Gue merasa tertipu akhirnya berusaha untuk membalikkan keadaan dan marah kembali sambil mengatakan bahwa Gue ga mau pergi kesini tadinya ! Gue ga memesan minum sebanyak ini ! dan Gue ga ada urusan dengan kalian ! siapa suruh lo memesan terlalu banyak minum ini dan gue pun berdiri di atas kaki gue sendiri, dan mulai menguasai keadaan, sambil mengeluarkan handphone gue pun berusaha mengambil foto mereka, dan mereka pun menutup wajah mereka sambil mendorong gue ke luar dari tea house.

Dan berakhirlah gue dengan melakukan perhitungan kerugian gue dalam peristiwa ini, dan beruntunglah gue karena damage cost yang gue alami untuk unforgettable moments ini hanya sekitar idr.300.000,- tetapi mengajarkan gue banyak hal dan kewaspadaan gue untuk menjalani perjalanan gue di negara-negara berikutnya dengan kehati-hatian yang sangat tinggi kepada strangers.

Kejadian seperti gue ini disebut juga dengan Fake Friends, lo bisa membaca seluk beluknya berbagai macam scam di Beijing dengan berkunjung ke Virtual Tourist

Gue Gagal dalam Backpacker pertama gue, tapi gue bersyukur saat mengalami kegagalan, itu artinya TUHAN sudah meresponse usaha kita - Alitt Susanto


'Nothing Teaches us Better Than Our Own Experiences'

Sunday, August 10, 2014

Menyelesaikan ASEAN

Pergi Liburan ?

Siapa sih yang ga pengen pergi liburan
Setiap orang pergi berlibur dengan alasan dan tujuan yang berbeda-beda

Kuangsi Waterfall - Laos


Ada yang ingin refreshing, dan sekedar menghabiskan weekend di areal wisata yang disukai

Ada yang sekedar ingin melakukan adventure ataupun mencari suasana baru dengan mendatangi areal yang belum pernah dikunjungi sebelumnya.

Ada juga yang sekedar ingin menghabiskan waktu bersama dengan pasangan di tempat-tempat yang romantis di atas kasur

Atau mungkin ada yang sekedar ingin mencari tantangan dan memacu adrenaline, seperti Parasailing, Bungee Jumping, Sikatin Gigi Singa, atau meniduri istri  tetangga.
Biaya yang di keluarkan juga cukup beragam, bahkan hanya dengan rp.3.500,- lo juga bisa berlibur versi lo, seperti naik bus transjakarta mengelilingi rute yang tersedia sampai perhentian terakhir, hal ini juga pernah gue lakukan pada saat gue berlibur ke yogyakarta dan naik bus transyogya

Bahkan seseorang juga bisa merogoh kocek hingga puluhan juta, hanya untuk berlibur, hal ini juga pernah gue lakukan pada saat gue pergi ke Tibet

Kemudian, beberapa tahun lalu, disaat gue masih muda belia dan masih menyembah Biji Salak, serta belum mengenal apa itu berpergian ke luar negeri, mendapat kesempatan untuk pergi ke Luar Negeri, secara gratis !

Epic memang, pengalaman pertama gue ke luar negeri disponsorin oleh kakak gue, yang ngajak gue untuk datang ke cina berkunjung ke tempat dia dan mengetahui bahwa dunia itu tidak hanya Indonesia, tempat wisata tidak hanya Monas, Dufan dan Alexis, serta untuk memberikan gue wawasan bahwa bahasa itu tidak hanya bahasa Jawa, Batak dan Bahasa Roh saja !

1 Dec 2010, gue yang dikasih opsi untuk direct flight ke cina atau tidak, dan gue lebih memilih untuk bermalam di malaysia dan mencoba mengeksplorasi negara serumpun ini

Singkat cerita gue berhasil mengarungi kisah cinta gue cina dan malaysia dalam satu waktu, gue terkesan, gue terkena sindrom culture shock sampai setelah kepulangan

Duit gue abis, gigi gue kuning, kaki gue gemeter, dan badan gue menggelinjang tiap 3 menit, serem ga ?

Tapi ga se-serem pada saat lo nembak dia dan dia bilang lebih milih sahabat lo sih
HAHATAIKHAHA

Gue banyak berpikir

#PadaSaatItu

Ternyata memang perjalanan ke luar negeri mempunyai daya tarik tersendiri buat gue, sejak saat itu gue mempunyai ambisi yang cukup kuat untuk mengkhatamkan apa yang disebut ASEAN, maka perjalanan pun dimulai

#Let'sGo
Terbang ke Planet Namec

15 - 23 november 2011 Gue menyelesaikan Vietnam - Cambodia - Thailand dalam satu perjalanan singkat bersama kakak sepupu gue.

9- 13 Februari 2012 Gue berlibur ala-ala Jetset di Filiphina dengan teman kantor gue, karena bagi gue "Harga itu Ga Masalah, Yang Penting Murah"


15-19 May 2012 Brunei Darusalam gue sapa bersama dengan anggota komunitas yang kami dirikan yaitu Tas Punggung.

Cici - Cici imoets di Singapura seolah memanggil gue untuk solo travelling mulai dari 21-24 september 2012

Promo Air Asia kembali memancing libido gue untuk berkunjung ke Myanmar pada tanggal 11-18 Januari 2014.

Sampai pada akhirnya, pada tanggal 5-10 April 2014 gue berhasil mengunjungi LAOS sebagai negara ke - 10

di kesempatan ini gue juga mengajak Bokap Nyokap gue untuk berlibur di Thailand, sambil merayakan euforia keberhasilan gue Menyelesaikan ASEAN.
Dad - Brother in Law - Sister - Mom - Nieces - Lee Min Ho


Dari 4 tahun perjalanan ini gue semakin mengukuhkan diri gue sebagai orang yang Persistence, yang kerap mencapai ataupun mendapatkan yang gue inginkan, perjalanan ini juga tidak lain sebagai salah satu pelajaran gue untuk selalu mengalahkan satu hal yang disebut Ambisi.

Karena Lelaki yang gigih dan punya semangat juang tinggi kelak akan menjadi Kepala Rumah Tangga yang baik, selama dia tidak mengalami godaan terberat pada masa ini yaitu 3-A :


tahtA....

hartA.....




dan



raisA.....


Oh iya, setelah pulang gue di kasih Pop up Paper gitu dari Papir PopUp, buat lo yang mau mengabadikan 'once in a lifetime' lo langsung aja visit tumblrnya di PapirPopUp