Friday, October 10, 2014

Tibet - Everest #Day4

Uhuk..Uhukkk.. !!

Batuk membangunkan gue tepat pukul 4.30 pagi hari..


Huft..Huft..Huft..

Gue menarik napas berkali-kali, sambil memegang dada yang terasa sesak..

Huft..Huft..Huft..

Huft..huft..Huft..

Berkali-kali gue mencoba menarik napas, sampai akhirnya gue tenang,

gue mencoba membaringkan diri lagi di tempat tidur, sambil menghadapkan diri ke kiri gue mencoba menghela napas yang panjang, dalam hitungan detik gue pun harus kembali ke posisi duduk.

Huft..Huft..Huft..
kali ini napas yang gue tarik lebih panjang dari sebelumnya.

beberapa menit gue terdiam dan mulai mendapatkan ritme bernapas dengan baik, 2 kali bernapas biasa dan 1 kali untuk menarik napas panjang, berulang-ulang gue lakukan sambil membayangkan hal yang indah dan berusaha melanjutkan tidur, namun naas, di saat gue membaringkan tubuh, dada gue menolaknya dan kembali sesak.

gue pun menyerah, terhadap keadaan, dan mencoba memulai hari ini dengan membuka horden jendela kereta, hasilnya..

VIOLA !



Sapaan ramah matahari dari ufuk timur, membuka mata gue lebih lebar walaupun bulan pun masih nampak menunjukkan cahayanya sebagai pengisi langit saat itu, tanpa terasa gue sudah mulai membiasakan diri dengan ritme pernapasan 2-1, mungkin karena indahnya alam saat itu sehingga kecemasan gue bisa teralihkan, gue pun beranjak dari kasur dan melihat keindahan pegunungan himalaya dari sisi lainnya melalui hall kereta, gue juga melihat semua oxygen outlet sudah terbuka di sepanjang hall kereta.

 

Selain keindahan alam dan salju yang baru gue lihat untuk pertama kalinya secara langsung, gue pun melihat truk, yang tampak sedang mengantri untuk membawa material pabrik menuju tibet, bayangan naturalnya tibet seperti di film 7 Years in Tibet pun mulai terhapus dalam memori gue.

Tak lama berselang, gue pun membangunkan Jepri, untuk memberitahukan indahnya hamparan salju abadi yang menyatu padu dengan hijaunya warna rerumputan

 


Perut gue sudah mulai keroncongan, dan gue segera bergegas mengantri air panas untuk membuat mie instant, tepat di depan gue berdiri seorang wanita bule asal Poland dan menoleh ke arah gue, dengan sigap gue pun langsung tersenyum untuk membuat harinya lebih indah.

"Hello there" ucapnya dengan memberikan senyuman kembali

"Hi, good Morning,  is that cucumber ?" gue bertanya sambil menunjuk

"yes, it's for our breakfast, do you want ?"

"No, noodles is the best breakfast for indonesian people"

"ouww, ok then indonesian, enjoy your breakfast !" ucapnya sambil meninggalkan gue

#KZL
#DitinggalTerus



Setelah sarapan gue pun mencoba peruntungan dengan tidur di kasur Jepri yang berada di paling atas.

Menit pertama
Posisi Terlentang

Menit ke-3
Ganti Posisi Hadap kiri

Menit Ke-7

Posisi Tengkurap

Menit ke 10
Posisi Hadap kanan

Menit ke-15
Gue Mulai Kayang

Menit ke -20
Cobain tidur sambil Hand Stand

Menit ke-30
Lanjut pose Down Dog

"ANJRIT ! gue ga bisa tidur men !Dada Gue sesak terus " teriak gue sambil melihat ke arah Jepri

"Kenapa lagi lo man, jangan aneh-aneh deh"

Guepun langsung turun dan kembali mengeluh sambil memegang dada

Tak berapa lama Roommates gue pun datang menghampiri, di ikuti oleh anaknya, istrinya, dan kedua orang cina lainnya, dia pun nampak coba berkomunikasi dengan gue, yang mukanya sudah mulai memerah

"冰雪奇缘公主裙公主连衣裙爱莎公主裙礼服演出裙" ucapnya sambil memegang pundak gue

"I can't breathe " jawab gue seolah-olah gue mengerti bahasanya

"Man, lo jangan bercanda, kenapa lo man, gue parno neh" timpal jepri yang nampak mulai cemas

"乖乖米奇宝宝机能婴儿 ... !"
"软底学步春秋男童女童儿童透气运动鞋....! " salah satu dari mereka berteriak sambil menunjuk kaleng bir yang berada di tempat sampah.


"Fak man, gue salah pengertian neh, gue pikir ga boleh minum bir itu setelah sampai di tibet, pantes aja gue begini"

lantas anak dari roommates gue pun menyodorkan satu kotak obat yang berisikan 4 botol kecil di dalamnya, dengan bahasa inggris yang sedikit terbata dia mengucapkan "AMS..medicine"

Indonesia adalah sebuah negara yang membentuk karakter 'ga enakan' dalam diri gue, dengan sigap gue menjawab "No, Thanks, it's ok i just need to drink more a lot of water"
Untuk mengantisipasi gue pun mengambil foto dari kotak obat tersebut.

Dalam hitungan menit Jepri, nampak sibuk dengan tangannya yang sedang memijit kepalanya sendiri
"Man, kepala gue pusing, kok bisa begini yah ?"

Merahnya Muka Gue
"Pokoknya kalau kita ga bisa naik sampai everest jangan dipaksain yah " Ucapnya lagi

"ahahaha, ga mau, gue sih tetep kekeuh, kalaupun mati juga di Tibet, kan keren man !" Imbuh gue seraya tertawa

Waktu sudah menunjukkan pkl 15.00 dan kereta sudah berjalan pelan menandakan Tibet sudah hampir sampai, gue mengambil foto bersama roommates yang sudah gue cemaskan sepanjang perjalanan hari ini

 
Tibet !
Tepat pkl 16.00 sampailah kami di negara yang dijuluki House of GOD oleh bangsa Tibetan, di saat langkah pertama gue di awali dengan ucapan syukur, maka roommates gue mengawalinya dengan meminum obat AMS masing-masing satu botol.
keluar dari stasiun, kami pun di jaring oleh para tentara yang nampak sudah fasih mengenali pendatang, gue di bawa ke kantor kepolisian dan dimintai passportnya, selesai pengecekan,
Nampak nama OKAMURA dipegang oleh seorang pria dengan mata sipit tetapi berahang seperti Batak
sambil mengenalkan diri gue meminta dia mengambil foto gue di depan stasiun, tapi dia menolak sambil memberitahu bahwa disini tidak boleh berfoto, kecuali di tempat parkir, sambil berjalan gue dan Jepri pun dikalungkan scarf berwarna putih atau yang biasa disebut KATA, Sebuah kain syal berwarna putih atau kuning, yang sering dihiasi dengan simbol-simbol atau doa tobet tetapi juga dapat berupa kain polos, dan mereka sering memberikan ini dalm penyambutan, dan juga untuk menghormati orang yang menghibur mereka.

Tashi Delek !
Dan Ternyata gue berada di satu bus yang sama dengan gadis Poland dan..

Teman prianya




Sesampainya di hostel, gue mendapat kamar di lantai 4, dan percayalah bahwa ngos-ngosannya napas gue sama seperti mengitari 3x GBK

 

 

Pkl 20.00 matahari masih bersinar di Tibet, dan gue pun mencoba Yak butter tea dan seporsi Tibetan Noddle seharga 15 yuan, dan membeli apel 4 buah seharga 15 yuan untuk memenuhi nutrisi seperti yang direkomendasikan oleh para pendaki gunung, berjalan pelan pun gue lakukan sesuai dengan anjuran buku tibet travel Guide.
Yak Butter Tea Set
 


Setelah kembali di hostel gue, Jepri dan ke 2 Polska, tidak ada yang mandi, itu berarti sudah dua hari kami tidak membasahi seluruh tubuh ini dengan bulir-bulir air segar, Pkl 22.00 gue mencoba tidur dengan meminum Antimo, yang tidak berguna sama sekali, dan kemudian gue mencoba menghubungi desry melalui BBM mencoba mencari tahu ada apa sebenarnya dengan gue, dia pun menyatakan bahwa itu biasa juga disebut dengan fase pernapasan periodik, hati gue pun tenang,

Dan hingga pkl 01.00 pagi Jepri nampak masih terbangun dan bermain dengan handphonenya, begitu juga dengan gue yang terus terjaga sepanjang malam

Pkl 02.00 gue meminum tolak Angin

Hingga akhirnya pkl 03.30 terdengar suara dengkuran Jepri

Pkl 04.30 TEPAT 24 JAM GUE GA TIDUR !

Hingga pkl 07.00 pagi gue berkeluh dan memberitahu bahwa gue tidak bisa tidur sepanjang malam

Dan kedua Polska itupun menyatakan hal yang sama !

#Deg




Selamat datang di NEGERI ATAP DUNIA !
3600 MDPL



Monday, October 6, 2014

Chengdu - Tibet - Everest #Day3

Pagi itu di kereta menuju Tibet pkl 09.00, gue disuguhkan dengan pemandangan infrastruktur kota-kota kecil di Cina, yang membuat gue terkagum akan meratanya pembangunan di seluruh Cina.

Gue pun mengawali pagi ini dengan berusaha berbicara dengan roommates gue selama di kereta, karena bagi gue esensi dari sebuah perjalanan adalah pengalaman dan pertemanan.
Roommates gue adalah sepasang suami istri dan seorang anak lelakinya yang sudah remaja.

Dengan ramah gue mencoba menyapa anaknya yang nampak sedang sibuk mencampur cairan pembersih porselen ke dalam mie ayahnya.

" Hi, Good morning " Sapa gue dengan senyuman


" 泳衣 夏裝 短T恤 小米移動電源 韓國新款雨靴 迷你裙 吊帶褲 比堅尼 涼鞋 平底膠鞋 更 " Jawabnya sambil menyodorkan tangannya


" Oh, OK !  My Name is Oka, from Indonesia " lalu kami pun bersalaman


Sambil mengenggam tanganpun dia kembali berbicara " 欧洲站秋装新款长袖七分袖女装显瘦修身气质蓬蓬裙印花连衣裙"


" Are you Chinese or Tibetan ? "  gue mencoba bersabar dan tetap melangsungkan komunikasi


Diapun menjawab "为顾客提供高品质宝贝,最优惠的价格,高端的服 "


Gue "Hah ?............."


Tak lama kemudian, gue langsung jatuh dan pura-pura mati untuk menghentikan pembicaraan
Pagi ini beberapa kali kereta berhenti, di kesempatan ini gue membeli beberapa kaleng beer untuk sekedar melepas dahaga, Jepri pun masih nampak sangat sibuk dengan rokoknya di perbatasan gerbong kereta.
perhentian yang tidak lebih dari 5 menit, sehingga tidak memungkinkan bagi gue untuk berjalan jauh, perihal lainnya, adalah lo bisa membeli buah dengan harga yang tidak begitu mahal di setiap drink stall yang berada hanya beberapa langkah dari pintu kereta.

 
 
Di saat siang hari gue mencoba menu makanan di kantin yang tersedia di ujung kereta, sehingga lo harus melewati beberapa gerbong dengan kelas yang berbeda - beda sebelum menemukan gerbong kantin, di dalam kereta ini terbagi menjadi 3 kelas

From-To
Distance (km)
Hard Seat Price
Hard Sleeper Price
Soft Sleeper Price
Chengdu Lhasa
3360
331 Y (US$42)
712 Y (US$96)
1,104 Y(US$138)

Hard Seat
Hard Sleepers
Soft Sleepers

Tidak ada perbedaan yang signifikan antara Soft sleeper dengan Hard sleeper, hanya di kompartemennya terdapat 6 bed untuk Hard Sleeper dan 4 bed untuk Soft Sleepers, dan akan lebih baik menggunakan pesawat seharga 1323 Rmb untuk one way bila dibandingkan dengan kereta Soft sleepers dengan selisih harga 200 Rmb saja, berbeda halnya apabila lo ingin melakukan proses Aklimatisasi terlebih dahulu, fasilitas free electricity juga berlaku untuk kelas soft dan hard sleeper, karena lo juga akan disediakan hall untuk sambil duduk dan men-charge di setiap 2 meja.

 
Sesampainya di kantin, tidak ada pilihan selain makanan set seharga 25 yuan, menu ini adalah menu pegawai kereta yang notabenenya beragama non-muslim, sehingga bisa di pastikan ini adalah makanan non halal

Fyi, pilihan lainnya lo bisa membeli makanan dari penjual makanan keliling di dalam kereta yang hanya berkisar sekitar 10 - 15 Yuan

Tibet Railway Map
Menjelang sore hari sudah banyak gunung tinggi menjulang menutupi cahaya matahari, Dari kejauhan gue melihat pegunungan hijau yang tinggi dengan titik - titik putih di atasnya, sungguh mengesankan begitu gue melihat lebih dekat itu adalah segerombolan domba yang nampak dilepas begitu saja bersanding dengan kumpulan Yak berwarna hitam

Gerombolan Domba Merah
Gerombolan Yak
Gue dan Jepri saling bertatapan dan tersenyum bahagia, karena telah menjadi saksi hidup betapa indahnya dunia yang telah diciptakan TUHAN, tak lama berselang kami kembali terhening dan bermain dengan imajinasi kami
Bahagia itu soal hati, tidak ada patokan atau takaran yang sama bagi setiap orang.

Di saat yang lain berbahagia dengan kendaraan, rumah dan alat penunjang gengsi lainnya, kebahagiaan bagi gue hanyalah duduk terdiam dan mensyukuri setiap inchi dari ciptaanNya

Namtso Lake
Namtso Lake
Waktu berselang dan tanpa tersadar malam sudah mulai menyelimuti pegunungan himalaya pada hari itu, gue pun kembali ke tempat tidur, meminum satu kaleng bir sambil membaca kembali buku "Perjalanan ke Atap Dunia" karya Daniel Mahendra untuk yang ke dua kalinya sekaligus untuk mengingat kembali bayangan atmospehere pada saat pertama kali gue terinsprasi untuk pergi ke tempat ini


Sampai redupnya lampu kereta memberitahukan bahwa waktu sudah menunjukkan pkl 22.00, dan itu berarti waktu yang terbaik bagi gue untuk pergi ke toilet untuk sekedar membersihkan muka dan sikat gigi walaupun tanpa mandi, karena pada waktu tersebut petugas membersihkan toilet, yang menjadikannya toilet terbersih sepanjang perjalanan gue menuju Tibet, buat lo yang ga mau menyesal seumur hidup, gue sarankan untuk membawa Tissue basah, Tissue kering dan buku pramuka.

Untuk berjaga-jaga kalau tissue basah dan kering lo habis, lo masih ada lembaran kertas buku pramuka buat cebok. #Jengjet


Sunday, October 5, 2014

Chengdu - Tibet - Everest #Day2

TULANG OKAAAAA...!!!


WAKE UP....TULANG !!!

WAKE...!!!
UP ..!!!!

Cuap mereka yang terdengar sangat penging di samping telinga.
Gue yang saat itu masih ngegeletak di kasur mulai membuka mata, dan melihat kedua makhluk ini
Wake up Tulang

Perkenalkan mereka, Dameria Siahaan dan Jacob Siahaan, putri dan putra dari kakak perempuan gue satu-satunya.
Agenda gue selain meng-explore Chengdu yang terkenal dengan Panda Zoonya, ada misi mulia yaitu melihat performance akhir tahun mereka di sekolah.
Pagi sampai siang gue akan habiskan di Leman International School, bangunan yang berasitektur inggris ini membuat gue cukup takjub dengan segala fasilitas yang ada tetapi dengan jumlah murid yang di batasi hanya 20 murid saja setiap kelasnya, selain fasilitas wifi yang bisa dipakai secara bebas, guru-guru gemesh disini, bikin gue betah
gue mulai mengkhayal, puluhan anak orang lain aja dia bisa urus, apalagi anak kandung kita !
 
Pkl 09.00 Pertunjukkan pun di mulai, setiap kelas mulai menunjukkan performance masing-masing mulai dari menari, memainkan alat musik, bernyanyi, sampai memberikan pidato.

 
 
 
 
 
Guru Gemesh
Tak terasa waktu sudah menunjukkan pkl 12.00 dan acara pun di akhiri dengan pemberian kalpataru ke masing-masing perwakilan kelas oleh Habib Riziq
Usai dari sini gue dibawa menuju Mall TERBESAR di dunia yang bernama New Century Global Centre bangunan yang setara dengan 20 Sydney Opera House ataupun 3 Gedung Pentagon..MASSIVE !!
Disini lo bisa menemukan berbagai macam outlet ternama seperti Dagadu, Eiger, atau Ouval Research
Water park dan museum juga ada disini.

Gayung bersambut, pada saat kakak gue menanyakan mau makan dimana, kami para Tuna-Asmara ini pun terdiam, karena masih terkesima dengan interiornya.
Tak berselang lama kakak gue masuk ke sebuah restaurant yang bernama Southern

'Mau Makan apa ?' Ujar kakak gue

'.........' Kami menjawab dengan berdiam

'Ii' Ucap kakak gue memanggil pelayan, yang kemudian datang menghampiri

'阿美 :先生,请问您贵姓'

'李 医生 :我姓李,你叫什么名字?'

'阿美 :我叫阿美, 您是老师吗?'

李 医生 :我不是老师, 我是医生'。

Terjadilah percakapan seperti di atas dan gue mulai nampak berjaga-jaga apabila terjadi perkelahian di antara mereka, karena nampak dari intonasi nada mereka yang sangat kencang, 5 menit berselang, pelayan pun tersenyum dan meninggalkan meja kami.

Usut punya cerita, kusut punya berita, bahwa orang Cina Mainland memang selalu berbicara dengan nada yang keras, waktu berselang kami pun di hidangkan dengan menu yang tidak bisa kami habiskan bertiga, mubazir memang, tapi lebih baik tidak memaksakan untuk di habiskan daripada gue harus bermasalah dengan perut di kereta menuju Tibet malam ini, 'Don't Rich People Difficult-lah' (red- Jangan kaya orang Susah) ucap saya kepada Jepri


Usai makan gue pun menyisir tempat ini setiap lantainya sambil berharap menemukan tulang rusak gue yang hilang selama ini
 
 
 
 
Kalau Kancut di pakai paksa aja bisa sobek, begitu juga dengan jodoh, ga ada yang bisa memaksakan jodoh, ntar sobek juga. sayang !
begitu luasnya bangunan ini, tapi gue sama sekali ga menemukan tulang rusuk gue, mungkin TUHAN belum ngasih ijin gue, mungkin dia mau gue keliling dunia dulu. Mungkin !

Matahari sudah nampak malu menunjukkan cahayanya, dan gue segera bergegas menuju Chengdu Railway Station sambil di antar oleh supir kakak gue, dan sampailah kami di langkah awal petualangan kami tanpa bantuan siapapun.
tiket yang sudah di bantu dibelikan oleh abang ipar gue melalui Travel agent, seharga 1100 Rmb sudah dalam genggaman, walaupun harga yang tertera di tiket hanyalah 709, untuk kelas hard sleeper, dan memang ini adalah hal yang lumrah, sulitnya akses menuju Tibet menjadi keuntungan tersendiri bagi para calo untuk mengambil keuntungan dari penjualan tiket, dan ini berlaku untuk semua tiket kereta menuju Tibet, tanpa terkecuali, hal ini juga di dukung dengan sulitnya membeli tiket kereta ini secara online.

Bekal dari kakak Tercinta

Pkl 20.45 kereta pun berjalan, meninggalkan Chengdu, Perjalanan  selama 40 jam untuk menuju tibet pun di mulai.

Sekedar tips, lebih baik kalian BAB sebelum memasuki kereta, dan membeli snack, kopi dan indomie untuk sepanjang perjalanan, jangan khawatir dengan air minum, karena kereta tersebut sudah di fasilitasi dengan penyediaan air panas.

Berita lainnya adalah Natgeo menobatkan kereta Cina - Tibet sebagai Extreme Railway yang mulai di bangun dari tahun 1950-2005 (55 tahun) dan banyak memakan korban pada saat pembanguannnya serta di plot sebagai jalur kereta TERTINGGI di dunia.

Karena Rel dibangun di areal permafrost (tanah yang membeku) maka mereka membangunnya di atas batu (bukan kerikil) untuk memberikan aliran udara dingin dan tidak merubah kontur rel pada saat musim panas.

Tabung oksigen juga diberikan kepada setiap penumpang atau dilepaskan ke dalam gerbong sehingga keadaan gerbong harus dalam keadaan kedap

jalur ini juga dipercaya tidak akan eksis selamanya akibat Global Warming yang dapat merusak struktur pondasi rel.

 
 
 
 
Tempat Oxygen Keluar

Gimana, uda mulai ngerasain Thrill-nya ?

Bersambung dulu kalau gitu ...
Lanjut di postingan berikutnya yah